JAKARTA – Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk meneladani pemikiran dan perjuangan Mohammad Hatta atau Bung Hatta sebagai salah satu tokoh pendiri bangsa yang warisannya masih relevan hingga saat ini.

Ajakan tersebut disampaikan Fadli Zon saat melakukan kunjungan kerja ke Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta di Bukittinggi, Sumatera Barat. Menurutnya, sosok Bung Hatta tidak hanya dikenang sebagai proklamator kemerdekaan, tetapi juga sebagai pemikir besar yang meletakkan fondasi penting bagi pembangunan bangsa, terutama di bidang ekonomi.
“Bung Hatta merupakan salah satu perumus Undang-Undang Dasar 1945, khususnya Pasal 33 yang menjadi landasan ekonomi kerakyatan Indonesia. Pemikiran beliau tetap relevan dan menjadi inspirasi bagi pembangunan nasional hingga saat ini,” ujar Fadli Zon dalam keterangan resminya, Sabtu (20/6/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Fadli menyoroti gagasan ekonomi kerakyatan yang diperjuangkan Bung Hatta dan kemudian dituangkan dalam Pasal 33 UUD 1945. Menurutnya, konsep tersebut menempatkan kesejahteraan rakyat sebagai tujuan utama pembangunan ekonomi melalui peran negara dan penguatan koperasi.
Karena kontribusinya tersebut, Fadli menyebut Bung Hatta layak dikenang sebagai Bapak Ekonomi Kerakyatan Indonesia. Ia menilai berbagai kebijakan pemerintah saat ini, termasuk penguatan koperasi dan optimalisasi pengelolaan sumber daya nasional, merupakan bagian dari upaya menjalankan amanat konstitusi yang diwariskan Bung Hatta.

Fadli juga menegaskan bahwa sistem ekonomi Indonesia dibangun berdasarkan prinsip ekonomi kerakyatan, bukan ekonomi kapitalis maupun neoliberalis. Menurutnya, konstitusi Indonesia tidak hanya mengatur kehidupan politik, tetapi juga memberikan arah yang jelas bagi pembangunan ekonomi nasional.
Selain mengenang pemikiran Bung Hatta, kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk menelusuri lingkungan yang membentuk karakter sang proklamator sejak usia dini. Fadli meninjau sejumlah bagian rumah yang kini difungsikan sebagai museum, mulai dari ruang belajar hingga berbagai koleksi yang merekam perjalanan hidup Bung Hatta.
Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta yang berlokasi di Jalan Soekarno-Hatta Nomor 37, Bukittinggi, merupakan tempat kelahiran Bung Hatta pada 12 Agustus 1902. Bangunan bersejarah tersebut kini menjadi pusat edukasi yang menyimpan berbagai informasi dan koleksi terkait kehidupan, perjuangan, serta pemikiran Wakil Presiden pertama Republik Indonesia itu.
Menurut Fadli, rumah kelahiran Bung Hatta bukan sekadar situs sejarah, melainkan ruang pembelajaran yang dapat membantu masyarakat memahami bagaimana nilai-nilai disiplin, kejujuran, kesederhanaan, dan integritas tumbuh dalam diri seorang tokoh bangsa.
Karena itu, Kementerian Kebudayaan mendorong kajian yang lebih mendalam mengenai kehidupan Bung Hatta dengan memanfaatkan sumber-sumber yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademis. Hasil kajian tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan museum agar semakin menarik dan relevan bagi generasi muda.
“Rumah kelahiran Bung Hatta memiliki nilai penting sebagai sumber inspirasi. Dari tempat inilah kita dapat belajar bahwa pemikiran besar dan pengabdian kepada bangsa lahir dari karakter yang dibentuk sejak usia muda,” kata Fadli.
Pemerintah berharap pengembangan museum dan pelestarian warisan sejarah Bung Hatta dapat terus memperkuat kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai kebangsaan, sekaligus menginspirasi generasi mendatang untuk berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.
Turut mendampingi kunjungan tersebut antara lain Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, budayawan Taufiq Ismail, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Ricky Kurniawan, serta sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian Kebudayaan. (BP)
Leave a comment