
MAKKAH – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengajak para jemaah haji menjadikan kepulangan dari Tanah Suci sebagai momentum untuk memberikan manfaat yang lebih besar bagi keluarga, lingkungan, dan masyarakat.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menegaskan bahwa nilai-nilai positif yang diperoleh selama menjalankan ibadah haji harus tetap dijaga dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari setelah kembali ke Tanah Air. Nilai tersebut antara lain kesabaran, disiplin, kepedulian, persaudaraan, dan ketulusan.
“Perjalanan haji tidak berakhir ketika jemaah tiba di rumah. Justru di situlah pengabdian yang sesungguhnya dimulai. Nilai-nilai ketaatan harus tercermin dalam sikap, kepedulian, dan kontribusi nyata kepada keluarga maupun masyarakat,” ujar Maria di Makkah, Minggu (21/6/2026).
Maria menjelaskan, kelancaran proses pemulangan jemaah sangat bergantung pada tingkat kepatuhan dan kedisiplinan seluruh peserta haji. Karena itu, Kemenhaj menyampaikan apresiasi kepada jemaah yang telah mematuhi ketentuan penerbangan, termasuk larangan membawa air zamzam di dalam koper maupun tas kabin.
Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan tidak hanya mempercepat proses pemeriksaan, tetapi juga mendukung keselamatan dan keamanan penerbangan. Air zamzam, lanjut Maria, telah disiapkan untuk dibagikan secara resmi di daerah tujuan masing-masing jemaah sehingga tidak perlu dibawa dalam bagasi pribadi.
Selain itu, Kemenhaj mengingatkan jemaah agar selalu menjaga dokumen penting seperti paspor, kartu identitas haji, dan boarding pass selama perjalanan pulang. Jemaah juga diminta tidak menyerahkan dokumen tersebut kepada pihak yang tidak berwenang serta segera melapor kepada petugas apabila mengalami kehilangan atau kendala lainnya.
Para jemaah juga diimbau untuk memeriksa kembali seluruh barang bawaan sebelum meninggalkan hotel, bus, maupun area bandara. Pemberian tanda pengenal pada koper dan tas kabin disarankan guna memudahkan proses identifikasi setibanya di Indonesia.
“Menjelang kepulangan, jangan sampai rasa gembira membuat jemaah lengah. Pastikan dokumen selalu dalam pengawasan, periksa kembali barang bawaan, dan ikuti arahan petugas hingga tiba di daerah tujuan,” kata Maria.
Berdasarkan data Kemenhaj, hingga Sabtu (20/6/2026), sebanyak 267 kelompok terbang (kloter) telah dipulangkan melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah. Jumlah tersebut mencakup 104.753 orang yang terdiri dari 103.687 jemaah dan 1.066 petugas.
Sementara itu, pemulangan melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah, telah memberangkatkan 70 kloter dengan total 27.179 orang, terdiri dari 26.898 jemaah dan 281 petugas.
Secara keseluruhan, sebanyak 329 kloter telah tiba di Indonesia dengan total 129.025 orang, terdiri atas 127.709 jemaah haji dan 1.316 petugas.
Di sisi lain, proses pergerakan jemaah dari Makkah menuju Madinah masih berlangsung. Hingga saat ini, sebanyak 226 rombongan penerbangan yang membawa 86.592 jemaah dan 904 petugas atau total 87.496 orang telah diberangkatkan.
Adapun jumlah jemaah haji khusus yang telah kembali ke Indonesia mencapai 15.802 orang, terdiri dari 15.066 jemaah dan 736 petugas pendamping.
Maria juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jemaah, panitia penyelenggara ibadah haji, tenaga medis, petugas sektor, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan dan pemulangan jemaah. Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada Pemerintah Kerajaan Arab Saudi dan otoritas terkait atas dukungan serta kerja sama yang diberikan selama pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.
“Dari Tanah Suci, jemaah tidak hanya membawa pulang kerinduan kepada keluarga, tetapi juga semangat untuk terus menebarkan kebaikan. Semoga kepulangan ini menjadi awal untuk memberikan manfaat yang lebih luas dan membangun peradaban yang lebih baik,” tutup Maria. (BP)
Leave a comment